Advertisements

AKTUALONLINE.co.id SIMALUNGUN |||
Di tengah kelangkaan BBM jenis Solar ternyata para mafia penimbun minyak yang satu ini juga didukung oleh berbagai pihak yang diduga menerima pelicin, seperti penangkapan sebuah mobil Pick Up bermuatan puluhan jeregen BBM jenis solar di Wilayah Hukum Polsek Parapat.

Dugaan tangkap lepas (86) ini berawal dari laporan warga, yang menemukan pengisian puluhan jeregen berisi 50 Liter, yang dinaikkan ke sebuah mobil Pick Up BK 8777 EW yang diparkirkan di SPBU Nomor 14.211.205 Parapat itu, akhirnya digiring ke Mapolsek Parapat, dan disaksikan Kanit Intel dan Kanit Res bersama sejumlah personel Polsek Parapat, yang turut serta dalam interogasi di SPBU.

Benar, hingga tadi malam (Sabtu, 26/3/2022) Pick Up berisi puluhan jeregen BBM Solar itu masih diamankan di belakang Polsek Parapat, tetapi saat dikonfirmasi kembali, Minggu (27/3/2022) barang bukti itu sudah tidak ada lagi di Mapolsek Parapat.

“Blm ada diserahkan anggota yg ngamankan bg” Ujar Kanit Res Ipda Sitohang, padahal kasus ini sudah di BAP anggota lainnya di ruangan Polsek Parapat, sampai dinihari.

Hingga tadi malam tak ada penyerahan barang bukti itu ke kita, Ujar Kanit Res Polsek Parapat bermarga Sitohang, Hal senada juga dengan Kanit Intel Polsek Parapat bermarga Simanjuntak, yang jelas Pick Up bermuatan Jeregen dan berisi Solar itu, sudah kita amankan dari SPBU Jln.SM Raja Parapat, dan Pick Up nya kita kandangkan ke Polsek. Selanjutnya, sudah dilaporkan kepada Kapolsek Parapat, Karena kita juga punya pimpinan disini, Ujarnya.

Kanit Res menambahkan, saya tidak mengetahui kapan Pick Up itu keluar, dari belakang Polsek ini, Ujarnya saat dikonfirm langsung di Polsek Parapat pukul 11.15 Wib.

* Polsek Parapat Tangkap Lepas BBM Solar Dari SPBU Nomor 14.211.205 Parapat

Kronologis penangkapan ini sebenarnya berawal dari laporan masyarakat yang melihat supir Pick Up BK 8777 EW itu bolak balik membawa 2 jeregen berisi 50 liter Solar dan kadang isi sendiri, seolah sudah langganan dan sudah biasa bermitra dengan SPBU itu dan belakangan diketahui sudah akrab juga dengan seseorang di Polsek Parapat.

Lalu, saat warga setempat hanya ingin mengisi 3 jeregen solar, pengawas/menejer SPBU berinisial Lam Sinaga justru hanya memperbolehkan 2 jeregen saja. Lalu dia pergi meninggalkan lokasi pengisian BBM ini.

Selanjutnya si Supir Pick Up yang juga mengetahui kejadian ini, terduduk di sekitar pompa SPBU itu. Selanjutnya karyawan yang lain mengisi tangki truk-truk dan kenderaan yang sudah mulai antri menunggu pengisian Solar.

Pick Up berisi Puluhan Jeregen berisi ratusan liter Solar sempat diamankan di belakang Polsek Parapat, tapi kini sudah hilang lagi. (Foto Kwitansi Pembelian Solar oleh warga lainnya dari SPBU) tersebut. Sementara KWITANSI pemilik Mobil Pick Up warga Tigaras itu mungkin masih diamankan.

Kadang antrian panjang di SPBU itu tak dihiraukan oleh karyawan SPBU itu dan tetap mengutamakan jeregen si Pemilik Pick Up itu, dan setelah mengisi sampai 2 jeregen miliknya, barulah selang itu dialihkan ke kenderaan lain. Kejadian itu berulang kali dilakukan sejak pukul 16.10 Wib, lalu aparat Polsek Parapat yabg datang sekitar pukul 18.00 wib langsung mendatangi SPBU itu dan hampir 30 menit dalam pantauan, mereka berdialog di samping Pick Up dekat kamar mandi SPBU itu. Lalu sekitar pukul 19.30 Wib Pick Up itu digiring ke Polsek dan sampai pukul 24.00 Wib, barang bukti itu masih di Belakang Polsek Parapat, namun paginya saat di chek sejumlah rekan media yang ingin mengkonfirmasi kejadian, barang bukti sudah raib dan diduga dibebaskan dan membuat kejadian ini jadi tangkap lepas di Mapolsek Parapat.

Hingga berita ini dikirimkan ke Redaksi, konfirmasi yang dikirimkan ke Kapolsek Parapat AKP J Silalahi, belum membalas konfirmasi via WA nya.

Sementara itu, Kapolres Simalungun AKBP Dedy Nicolas, mengatakan, “Terima kasih informasinya, saya teruskan ke penyidik,” Ujarnya.

Pun demikian foto, vidio dokumentasi sudah dikirimkan sebagai bahan pendamping konfirmasi.

* PERTAMINA Diharapkan Menutup SPBU NAKAL

Pertamina Patra Niaga, Sub Holding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) sebaiknya melakukan penindakan dan penutupan SPBU yang nakal di wilayah kerjanya untuk menjaga penyaluran BBM Solar di daerah.

Penindakannya beragam dapat dilakukan kepada penyaluran Solar Subsidi tidak sesuai regulasi Perpres 191/2014, pengisian Solar Subsidi dengan jerigen tanpa surat rekomendasi, pengisian ke kendaraan modifikasi, penyelewengan pencatatan/administrasi, dan melayani pengisian atau transaksi di atas 200 liter. Sanksi diberikan untuk memastikan penyaluran BBM subsidi berjalan dengan baik. Ujar salah seorang warga B Sinaga (55) di Cave Bristo Parapat. ||| Z3S

 

 

Editor : Zul