Advertisements

AKTUALONLINE.co.id BATENG ||| Seorang wanita bernama Pauziah (59), warga Pinang Sebatang, RT 06, Kec. Simpangkatis, Kab. Bangka Tengah ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di kediamannya Jum’at (24/6) yang ditemukan oleh sang anak, sekitar pukul 02.00 Wib dini hari.

Dari kejadian itu sontak menjadi heboh dan menjadi buah bibir para warga, lain hal nya dengan pihak kepolisian Setelah dilakukan penyelidikan oleh anggota Satreskrim Polres Bangka Tengah dan Polsek Simpangkatis, terungkaplah kebenaran dari kasus tersebut.

Penyelidikan kasus tersebut menemukan titik terang dan diketahui bahwa kematian Pauziah disebabkan karena dibunuh oleh anak kandungnya sendiri, Jamal Mirdad (31).

Bermula Jamal mirdad tega menghabisi nyawa ibu kandungnya, karena kesal sering dimarahi dan ingin menguasai harta ibunya.

“Saya kesal karena Ibu sering marah ke saya, karena sertifikat rumah saya gadaikan ke orang lain dan perhiasan emasnya saya habiskan, 2 (dua) hari berturut ibu marah-marah dan mengungkit masalah tersebut,” kata Jamal Mirdad, Sabtu (25/06/22).

Sebelumnya Jamal Mirdad mengakui jika sertifikat rumah digadaikannya, dan hal itu diketahui ibu dan abangnya.

“Kalau saya menggadaikan sertifikat rumah ini, ibu dan abang saya juga tahu hal itu. Ya saya menyesal karena sudah melakukan hal ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Kanit Pidum Satreskrim Polres Bangka Tengah, Ipda Randi mengungkapkan, usai membunuh ibunya sendiri pelaku sempat membuat alibi seakan-akan ibunya meninggal akibat perampokan dan pemerkosaan.

“Pelaku ini membunuh ibunya dengan cara menutup hidung sang ibu hingga meninggal dunia. Setelah ibunya meninggal, pelaku langsung membuka celana ibunya dan memasukan tangannya ke alat vital ibunya. Pelaku ini ingin membuat seakan-akan ibunya meninggal karena dirampok dan diperkosa,” jelas Randi.

Selain itu, pelaku juga merekayasa tempat kejadian dengan merusak pintu rumah dan mengacak-acak isi rumah.

Usai melancarkan aksinya, pelaku langsung memanggil warga sekitar seakan-akan ibunya meninggal karena di rampok dan di bunuh serta barang-barang ibunya dicuri oleh orang lain.

“Pelaku sakit hati kepada korban, karena sering dimarahi. Selain itu pelaku juga ingin menguasai harta ibunya, yaitu emas dan harta lainya,” tutup Kanit Pidum Satreskrim Polres Bateng, Ipda Randi.

Kini tersangka masih menjalani pemeriksaan Satreskrim Polres Bangka Tengah dan menunggu hasil KUHAP yang pantas di kenakan oleh tersangka.||| Mln/Tim

 

 

Editur : Ahy