AKTUALONLINE.co.id GAYO LUES |||
LSM-LP-KPK apresiasi Polres Gayo Lues tentang pengungkapan dugaan penyalah gunaan penyaluran dana Corporate Social Responsibility ( CSR ) yang diduga bermasalah.

“Kepolisian Negara Republik Indonesia Daerah Aceh Resor Gayo Lues saat ini sedang melakukan penyelidikan tentang bantuan penyaluran program Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Aceh sebesar Rp 1 Milyar kepada 10 kelompok tani di Kabupaten Gayo Lues dengan angka satu kelompok tani mendapatkan Rp 100 Juta untuk bibit jahe merah pada tahun 2020 lalu untuk membantu ekonomi masyarakat di saat masa pandemi Covid-19.

“Dalam penyaluran bantuan tersebut diduga ada pungli dan penyimpangan yang dilakukan oknum kepada kelompok tani tersebut,modusnya setelah dana ditarik dari rekening kelompok tani dana tersebut diberikan kepada oknum, ada yang memberikan Rp 70 Juta dan ada juga memberikan Rp 40 juta dalam perkelompok tani nya.

Ahmad Yani salah satu pengurus Lembaga pengawasan kebijakan pemerintah dan keadilan ( LP – KPK ) Kabupaten Gayo Lues turut prihatin atas program tersebut yang seharusnya di dukung oleh semua pihak,namun di jadikan oleh oknum untuk memperkaya diri sendiri dan masyarakat di jadikan umpan untuk meraih keuntungan pribadi. Untuk saat kondisi ekonomi masyarakat Gayo Lues sangat memprihatikan, terutama kalangan petani akibat imbas pandemi Covid-19,karena daya jual mereka sangat rendah akibat anjloknya harga hasil pertanian dari segala comoditi.

Ahmad Yani sangat mengapresiasi kinerja pihak Polres Gayo Lues di bawah pimpinan AKBP Carlie Putra Bustamam,Sik dalam penyelidikan dugaan penyimpangan dana bantuan beberapa kelompok yang saat ini sedang viral di tengah masyarakat.

Ahmad Yani pada Minggu (18/7/2021) mengatakan,kita dari lembaga swadaya masyarakat sangat mendukung pihak Polres Gayo Lues mengungkap para pelaku untuk di seret kemeja hijau atas prilaku memanfaatkan kelompok tani untuk kepentingan pribadinya. Dan kita bersama beberapa rekan Pers telah melakukan investasi kelapangan untuk mencari informasi dari anggota yang 10 kelompok tani yang menerima bantuan tersebut. Seharusnya pihak terkait mendukung supaya ekonomi masyarakat bisa bangkit kembali dari dampak pandemi Covid-19 untuk menafkahi keluarga mereka, ungkapnya.||| Syukran

 

 

Editor : Zul