Advertisements

AKTUALONLINE.co.id MEDAN|||
Kejaksaan Tinggi Sumatra Utara (Kejati Sumut) kembali mengusulkan 3 perkara tindak pidana umum untuk dihentikan penuntutannya dengan menerapkan pendekatan restorative justice (keadilan restoratif) dan disetujui Jampidum Kejagung RI Dr Fadil Zumhana, Jumat (20/5/2022).

Kajati Sumut Idianto, SH, MH, didampingi Wakajati Edyward Kaban, SH, MH, Aspidum Arip Zahrulyani, SH, MH, Kabag TU Rahmat Isnaini, Kasi Terorisme dan Lintas Negara Yusnar Yusuf Hasibuan, Kasi Penkum Yos A Tarigan, Kajari Humbahas, Kajari Sibolga dan Kacabjari Karo di Tiga Binanga mengusulkan 3 kasus penganiayaan dihentikan penuntutannya secara online 

Kajati Sumut Idianto, SH,MH menyampaikan 3 tersangka kasus penganiyaan yang disusulkan masing-masing, Ranto Sihombing dari Kejaksaan Negeri Humbang Hasundutan disangka melanggar Pasal 351 ayat (1) KUHP tentang Penganiayaan, Joko Aminoto Zebua alias Joko Zebua alias Pak Iqbal dari Kejaksaan Negeri Sibolga yang disangka melanggar Pasal 351 ayat (1) KUHP tentang Penganiayaan dan Marlena Br Tarigan dari Cabang Kejaksaan Negeri Karo di Tiga Binanga yang disangka melanggar Pasal 351 ayat (1) KUHP tentang Penganiayaan.

Tiga perkara ini sudah disetujui oleh Jampidum Kejaksaan Agung RI untuk dihentikan penuntutannya dengan menerapkan pendekatan keadilan restoratif, Ujar Kajati Sumut 

Lebih lanjut disampaikan Kajati Sumut,  “Adapun alasan dan pertimbangan dilakukannya penghentian penuntutan dengan penerapan restorative jusctice, berpedoman pada Peraturan Jaksa Agung No. 15 tahun 2020 yaitu, tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana, jumlah kerugian dibawah dua setengah juta rupiah, ancaman hukuman dibawah 5 tahun penjara, adanya perdamaian antara tersangka dengan korban dan direspons positif oleh keluarga.”

Disampaikan orang nomor 1 Di Kejati Sumut lagi, yang pasti antara tersangka dan korban ada kesepakatan berdamai dan tersangka menyesali perbuatannya serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. Proses pelaksanaan perdamaian juga disaksikan oleh keluarga, tokoh masyarakat dan tokoh agama serta difasilitasi oleh Kajari, Kacabjari dan jaksa yang menangani perkaranya.

Demikian disampaikan Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Sumut, Yos A Tarigan, SH MH dalam siaran persnya, Sabtu (21/5/2022).|||Sahat MT Sirait 

Editor: SMTS