AKTUALONLINE.co.id – TOBA ||| Kegiatan lomba tenun Sirat Tojuk yang diselenggarakan oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Toba dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Toba berlangsung sukses dan meriah. Kegiatan tersebut digelar pada Jumat (13/2/2026) diikuti oleh 59 peserta yang berasal dari berbagai Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Toba.
Tingginya jumlah peserta menunjukkan antusiasme generasi muda dalam melestarikan warisan budaya khas Tapanuli Raya. Menariknya, meskipun mayoritas peserta dan pemenang lomba adalah laki-laki, penyelenggara menegaskan bahwa tenun Sirat Tojuk merupakan warisan budaya yang dapat dipelajari dan dilestarikan oleh siapa saja tanpa memandang jenis kelamin.
Ibu Bupati Toba yang juga menjabat sebagai Ketua PKK dan Ketua Dekranasda Kabupaten Toba, Astita Br Simanjuntak, menyampaikan apresiasinya atas tingginya partisipasi para pelajar dalam kegiatan tersebut.
“Kami sangat bangga dengan hasil kegiatan ini. Jumlah peserta yang mencapai 59 orang merupakan hal yang tidak terduga dan menjadi bukti bahwa generasi muda masih memiliki minat yang besar terhadap budaya lokal,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga menekankan pentingnya meningkatkan nilai ekonomis dari produk tenun Sirat Tojuk. Menurutnya, proses pembuatan yang memerlukan waktu sekitar 3 hingga 4 jam untuk satu karya harus diimbangi dengan nilai jual yang lebih baik agar dapat meningkatkan kesejahteraan para pengrajin.
Pemerintah daerah bersama pihak terkait berkomitmen untuk terus mendorong pengembangan tenun Sirat Tojuk, termasuk melalui berbagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas, nilai produk, serta membuka peluang pemasaran yang lebih luas.
Terkait rencana penyelenggaraan lomba dalam skala nasional, pihak penyelenggara menyebutkan bahwa hal tersebut masih memerlukan kajian lebih lanjut. Mengingat tenun Sirat Tojuk merupakan khasanah budaya yang berasal dari wilayah Tapanuli Raya, pengembangannya harus tetap memperhatikan nilai-nilai kearifan lokal. Namun demikian, jika minat generasi muda terus meningkat, tidak menutup kemungkinan tenun Sirat Tojuk akan diperkenalkan lebih luas melalui festival budaya nasional.
Selain itu, mengingat keberadaan tenun Sirat Tojuk yang hanya berkembang di beberapa kecamatan dengan karakteristik masyarakat yang berbeda, pendekatan pelestarian akan disesuaikan dengan kondisi sosial budaya setempat agar masyarakat tetap merasa nyaman dalam menjaga tradisi tersebut.
Ke depan, hasil positif dari kegiatan ini akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Toba guna mendapatkan dukungan penuh dalam upaya pengembangan dan pelestarian tenun Sirat Tojuk serta budaya daerah lainnya.
Dalam perlombaan tersebut, sejumlah peserta muda berhasil meraih prestasi dengan hadiah yang cukup menarik. Reza Siagian berhasil meraih juara pertama dengan hadiah sebesar Rp5.250.000. Juara kedua diraih oleh Andre Napitupulu dengan hadiah Rp4.250.000, sementara juara ketiga diraih Kevin Siagian dengan hadiah Rp3.150.000.
Untuk kategori harapan, Valentino Siagian meraih Harapan 1 dengan hadiah Rp2.100.000, Jelita Siagian Harapan 2 dengan hadiah Rp1.575.000, dan Adira Siagian Harapan 3 dengan hadiah Rp1.050.000.
Andre Napitupulu, warga Desa Sigumpar Julu yang meraih juara kedua, mengungkapkan rasa bangganya atas prestasi yang diraih.
“Saya merasa bangga bisa meraih prestasi ini dan membanggakan kampung halaman kami,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Sigumpar Julu, Faber Simanjuntak, mengajak para generasi muda di desa untuk terus mengembangkan bakat yang dimiliki serta menjaga warisan budaya daerah.
“Mari kita terus meningkatkan kemampuan dan bersama-sama melestarikan serta mengembangkan warisan budaya yang kita miliki,” pungkasnya. ||| Agus Juntak
