* Korban Kecewa Kinerja Polsek Medan Medan Tembung
AKTUALONLINE.co.id TEMBUNG |||
Rumah Wartawati Media Online, Siti Nurjannah di Kawasan Pasar I (Satu) Tambak Rejo, Desa Amplas, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Kamis (12/3/2026) sekira Pukul 02.00 Wib disatroni maling.
Maling yang meringsek masuk ke kediaman Siti jelang sahur tersebut menggasak sepeda motor Yamaha All New Vixion 150 cc BK 3504 AJD, HP Vivo Y100 5G dan ATM Card Bank Sumut.
Menurut Siti, saat peristiwa tersebut terjadi, ia dan suaminya Fadli tengah tertidur lelap. Saat tersentak bangun, Siti dan Fadli kaget pintu kamar terbuka, ada kucing masuk dan duduk dikamar, setelah menggiring kucing ke luar, heran melihat pintu terbuka dan melihat sepeda motor miliknya telah raib. Sementara pintu belakang telah rusak dijebol maling.
“ Saya sempat ingin memvideokan tapi HP Vivo Y100 5G saya juga hilang diambil maling. Bukan HP aja yang hilang, didalam casing HP itu ada ATM Card bank Sumut, uang Rp.200 ribu dan struk bukti pembayaran listrik. Maling masuk ke dalam kamar cuma ambil HP saja, sementara laptop dan printer tidak dibawa karena saya tutup pakai handuk dan mungkin tidak terlihatnya,” ujar Siti.
Peristiwa itu kemudian dilaporkan Siti bersama suaminya ke Polsek Medan Tembung pada Kamis (12/3/2026) sekira Pukul 07.00 Wib.
Di Polsek Medan Tembung saat melaporkan peristiwa kemalingan yang dialaminya, Siti merasa kecewa atas sikap petugas SPKT Polsek Medan Tembung yang dinilainya “membola-bola” saat hendak membuat pengaduan.
“Hari Kamis (12/3/2026) pagi sekitar pukul 07.00 WIB saya datang ke Polsek Medan Tembung dipinjamin motor sama adik sepupu, jumpa petugas SPKT kemudian saya ditanyai mau kemana ? Saya bilang mau buat laporan Pak, rumah saya dibobol maling, kendaraan beserta HP saya diambil, tapi disuruhnya fotocopykan BPKB beserta STNK. Jadi saya diantar suami cari tempat fotocopy di daerah Mandala. Setelah itu kembali lagi ke Polsek Medan Tembung, petugas SPKT yang ada pagi itu minta saya menulis nama, alamat kejadian dan nomor telpon yang bisa dihubungi sambil melihat ponsel ibu saya yang dipinjamkan untuk buat laporan. Usai menulis dikertas selembar, saya pikir langsung ditangani, ternyata disuruh pulang dan menunggu di rumah sambil dibilang nanti jam 09.00 WIB petugas kami yang dilapangan datang ke lokasi dengan alasan menunggu pergantian piket,” cetus Siti menerangkan.
Kendati demikian, ditunggu sampai sore, tidak ada tanda-tanda panggilan datang di WhatsApp dari petugas Polsek yang diinfokan petugas SPKT akan datang ke rumah. Siti pun akhirnya pergi menghadiri undangan liputan yang sudah terjadwal beberapa hari lalu.
“Petugas nggak datang-datang, HP ibu saya dan suami saya juga nggak ada di telpon dari orang Polsek, jadi saya tinggal liputan,” bilangnya.
Usai waktu berbuka puasa sekitar pukul 19.00 WIB, Siti bersama suami kembali datang ke Polsek menanyakan kenapa tidak ada petugas yang datang dan petugas SPKT yang ada mengatakan lupa dan diduga tidak ada koordinasi antara petugas piket malam ke pagi dan selanjutnya.
“Saya kembali ke Polsek untuk menanyakan kenapa belum datang petugas yang katanya mau datang ke lokasi, alasan bapak-bapak yang ada di SPKT bilang lupa. Jadi, saya dikasih nomor telpon dan diminta menghubungi petugas luar untuk datang mengecek ke lokasi. Sudah di telpon, tapi saya menunggu lagi di rumah. Sudah di share lokasi, petugas membalas Ok Otw. Tidak lama kemudian, petugas minta saya kembali sabar. Dibilangnya Oke sabar y bu kmi lgi nangani temuan mayat dlu, gitu katanya di pesan WhatsApp. Jadi sampai kapan saya tunggu? Saya kok merasa dipermainkan ya?” tuturnya kesal.
Selain itu, orangtua Siti juga sempat menanyakan kapan petugas Polsek datang dan jadi atau tidaknya membuat laporan itu.
“Dimana mereka, kenapa belum datang ? Sampai kapan nunggunya ? Apa harus dimaling lagi dan ada korban jiwa baru datang ?” kata Rukiyah.
Hingga berita ini diterbitkan, Jum’at (13/3/2026) Siti mengaku tidak ada petugas yang datang ke lokasi kejadian.||| Zul
Editor : Zul
