20.5 C
Indonesia
Jumat, 23 Januari 2026

Roni Irawan alias Rohom Panik Sendiri dan Ancam Wartawan Aktual Online atas Berita Terduga Aktor Tunggal Percobaan Pembunuhan Nenek Saudah di Pasaman

Berita Terbaru

Roni Irawan alias Rohom yang melakukan ancaman terhadap narasumber dan wartawan Aktual Online. (Foto: Ist/Aktual Online)

 

 

 

AKTUALONLINE.co.id – Sumatera Barat || Setelah mengancam narasumber, kini Roni Irawan alias Rohom kembali melakukan pengancaman terhadap wartawan Aktual Online lewat panggilan aplikasi perpesanan pada Kamis 8 Januari 2026 malam.

Ia tampak panik karena mengaku merasa namanya yakni Roni Irawan alias Rohom ditulis dalam berita berjudul Tangkap RHM Terduga Aktor Tunggal Percobaan Pembunuhan Nenek Saudah di Pasaman yang tayang 7 Januari 2026, padahal tidak.

“Kalau abang jantan, ketemu kita. Jangan banyak ceritalah kau. Kita liat aja perkembangannya siapa yang salah nantikan nampak itu. Ngapain kita berdebat. Saya bukan ngancam, mau kamu apa. Terserah, mau kamu apa,” ucapnya dengan nada emosi.

Awalnya, Roni Irawan memunculkan dirinya sendiri dengan menghubungi narasumber Aktual bernama Fahrul Rozi Harahap dan mengancamnya pada 8 Januari 2026 karena menganggap bahwa Fahrul Rozi Harahap telah menyebut namanya secara jelas di dalam berita yang terbit 7 Januari 2026 lalu.

Atas insiden pengancaman tersebut, kemudian wartawan Aktual Online melakukan konfirmasi terhadap Roni Irawan mengenai alasan dilontarkannya ancaman dan keterkaitannya dalam bisnis tambang emas ilegal juga soal terduga aktor tunggal percobaan pembunuhan nenek Saudah.

Bukannya menyambut baik, Roni Irawan alias Rohom yang memberi jawaban sekitar pukul 19.00 WIB malah melakukan pengancaman terhadap wartawan Aktual Online.

Di sisi lain, Praktisi Hukum Jauli Manalu SH menilai bahwa yang dilakukan Roni Irawan alias Rohom sangat janggal. Setelah mempelajari isi berita, tidak ada narasumber Fahrul Rozi Harahap menyebut nama Roni Irawan alias Rohom dalam berita 7 Januari 2026. Namun, orang tersebut tiba-tiba muncul dengan melakukan pengancaman.

“Ini cukup janggal. Jelas dia menunjukkan kepanikannya sendiri. Mengapa Roni Irawan alias Rohom ini muncul dan melakukan pengancaman terhadap narasumber dan wartawan Aktual Online. Sampai-sampai menyinggung soal kematian nenek Saudah,” ungkap Jauli Manalu, Jumat (9/1/2026) pagi.

Lalu, peristiwa yang nyaris membuat nenek Saudah meninggal dunia adalah penolakan tambang ilegal. Namun, pihak kepolisian hanya menangkap satu orang dan menampakkan secara jelas bahwa tambang ilegal termasuk pemiliknya lepas dari delik kriminal.

Tiba-tiba juga di hari peristiwa penganiayaan berlangsung, nenek Saudah dikeluarkan dari daftar masyarakat adat oleh ninik mamak atau pemangku adat.

Atas rentetan peristiwa ini, Jauli Manalu menilai bahwa Polres Pasaman dan Polda Sumatera Barat tidak akan mampu menuntaskan perkara ini. Untuk itu, ia meminta agar Presiden Prabowo dan Kapolri segera turun tangan menuntaskan kasus ini, sebelum korban seperti nenek Saudah juga peristiwa bencana alam banjir dan tanah longsor di Pasaman terjadi.

Lewat data yang didapatkan dari berbagai sumber menginformasikan bahwa sejumlah titik tambang emas ilegal saat telah beroperasi. Aktivitas dikomandoi oleh satu orang yang digadang-gadang dekat dengan pejabat daerah. Kabarnya, kegiatan merusak lingkungan ini terus berjalan karena lancarnya setoran kepada oknum aparat penegak hukum.

Lewat kasus nenek Saudah misalnya. Bukannya soal tambang emas ilegal yang dipermasalahkan, malah pihak kepolisian membatasi perkara pada seorang mahasiswa yang diyakinkan kepada publik secara paksa sebagai pelaku penganiayaan nenek Saudah.

Sementara itu, Bupati Pasaman Welly Suheri sendiri hingga kini masih bungkam soal adanya tambang emas ilegal di wilayahnya, termasuk soal keterkaitan RHM dalam tambang emas ilegal serta dugaan percobaan pembunuhan nenek Saudah karena menolak kegiatan haram itu, serta kemunculan Roni Irawan alias Rohom dengan ancaman kepada narasumber Fahrul Rozi Harahap juga wartawan Aktual Online.|| Prasetiyo

Baca Selanjutnya

Berita lainnya