AKTUALONLINE.co.id – ACEH SINGKIL ||| Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat penduduk di Desa Pulo Sarok, Dusun Bahari, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil, pada Minggu malam (16/11/2025) sekitar pukul 20.00 WIB. Si jago merah menghanguskan tiga unit rumah milik warga setempat.
Adapun pemilik rumah yang terdampak dalam musibah tersebut yakni:
*Sudirman (75), wiraswasta
*Sugito (58), wiraswasta
*Alm. Ust. Rasyidudin, pensiunan MPU Aceh
Ketiganya merupakan warga Desa Pulo Sarok.
Kasi Humas Polres Aceh Singkil, IPTU Eska Agustinus Simangunsong, S.H., menjelaskan kronologis kejadian. Menurut keterangan saksi, sekitar pukul 20.00 WIB pemilik rumah pertama, Sudirman, baru selesai melaksanakan salat Isya dan duduk di warung miliknya bersama saksi Rian. Sekitar pukul 20.10 WIB, saksi Dio Efriyan datang berlari dari arah penginapan Malelo sambil berteriak bahwa api muncul dari rumah Sudirman.
“Mendengar hal itu, Sudirman langsung masuk ke rumah untuk menyelamatkan keluarga dan membawa mereka ke rumah tetangga. Sementara Rian menghubungi Polsek Singkil dan pemadam kebakaran Kecamatan Singkil,” ujar IPTU Eska.
Pada pukul 20.20 WIB, Sudirman berupaya memadamkan api menggunakan air tampungan di depan rumah, namun kobaran api terus membesar dan merembet ke dua rumah lainnya yang berjarak sekitar 1,2 meter. Sekitar pukul 20.30 WIB, tim pemadam kebakaran bersama personel Polsek Singkil, Pos TNI AL Singkil, dan masyarakat tiba di lokasi dan melakukan pemadaman.
Setelah berjuang hampir tiga jam, api akhirnya berhasil dipadamkan pada pukul 23.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kerugian material diperkirakan mencapai Rp 900 juta.
IPTU Eska menambahkan bahwa Tim Inafis Polres Aceh Singkil saat ini masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran. “Dugaan sementara api berasal dari korsleting listrik, karena titik api pertama terlihat dari bagian dalam rumah Sudirman. Struktur rumah yang didominasi kayu juga mempercepat api menjalar,” jelasnya.
Ia berharap kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan padat penduduk dengan instalasi listrik yang berisiko.
“Semoga para korban diberi ketabahan, dan proses pemulihan dapat berjalan dengan baik,” tutup IPTU Eska. ||| Gunawan
