24.5 C
Indonesia
Minggu, 15 Februari 2026

Marah Disinggung Baru Bekerja, MWA Nyatakan Lagi Usaha Kembalikan Aset Profit Triliunan ke USU

Berita Terbaru

AKTUALONLINE.co.id – Medan II Anggota Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Sumatera Utara (USU) Reni Sitawati Siregar marah saat disinggung soal fungsi lembaganya dalam mengawasi aset-aset milik kampus yang selama ini dikuasai oleh Koperasi USU dan dianggap merugi sehingga tidak dapat menjadi sumber dana membantu mahasiswa yang terjebak kebijakan kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) beberapa waktu lalu.

Menurut wanita yang juga CEO Nusantara Card Semesta itu, Senin (3/6/2024) sore, saat ini MWA lagi berusaha mengembalikan aset-aset yang memiliki profit triliunan rupiah tersebut kepada USU. Aktiva dimaksud adalah kebun kelapa sawit produktif seluas 10.000 Ha di Madina, kebun kelapa Sawit di Kecamatan Salapian Langkat seluas 555 Ha, lahan praktek seluas 300 Ha di Kwala Bekala Deli Serdang, Mess di Berastagi Kabupaten Karo, Rumah Sakit dan Gedung Serba Guna di kampus USU Jalan Dr. Mansyur Medan.

“Bahkan kalau sekarang ini, kita lagi berusaha mengembalikan aset ini ke USU. Kalimat kamu jelek banget. Kita bekerja, jadi hargai juga orang bekerja,” ungkapnya saat diwawancara melalui telepon seluler.

Meski begitu, istri dari Guru Besar Sejarah USU Prof Budi Agustono tersebut menjelaskan bahwa untuk mengembalikan aset-aset itu ke universitas membutuhkan proses yang sangat panjang karena telah berlangsung sejak lama. Sebagai master plan di MWA, Reni Sitawati Siregar menyarankan Aktual Online untuk mengkonfirmasi Wakil Rektor V dan Komisi I agar mendapatkan keterangan yang lebih fasih.

“Terus terang kalau kamu mau kordinasi lebih jelas, kamu ke Wareg 5 karena itu bagian aset dan komisi I,” imbaunya.

Sementara itu, Sekretaris Lingkar Indonesia Arnold Marpaung mengingatkan agar MWA kompak dalam mengembalikan aset tersebut. Apalagi, selama ini USU tertutup dalam menyajikan data-data aset yang sebenarnya merupakan hak publik untuk mengetahui.

“Saya menilai buk Reni ini orang hebat. Saya yakin dia tidak marah saat dikonfirmasi. Tapi, yang paling penting MWA ini sudah menjalankan fungsi mereka. Mudah-mudahan hak publik untuk mengetahui aset-aset ini terpenuhi,” ujar Arnold Marpaung.

Arnold Marpaung juga menitipkan kecurigaannya kepada MWA melalui berita Aktual Online, salah satunya soal perkebunan sawit seluas 10 ribu Ha di Kabupaten Madina kini menjadi 5 ribu Ha. Artinya, ada separuh bagian lahan yang hilang. Dalam beragam kasus penggelapan aset, lahan tersebut bisa jadi telah dibagi-bagi dan dikuasi atas nama pribadi atau pihak ketiga. Untuk itu, ia berharap MWA membawa kasus ini ke ranah pidana. II Prasetiyo

Baca Selanjutnya

Berita lainnya