25.4 C
Indonesia
Rabu, 29 Mei 2024

Damkar Kabupaten Bekasi Membentuk Relawan Dari Elemen Masyarakat Untuk Mensosialisasikan Serta Memberikan Edukasi Kepada Masyarakat Luas

Berita Terbaru

AKTUALONLINE.co.id – KAB.BEKASI |||| Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Adeng Hudaya mengajak masyarakat untuk senantiasa waspada dengan yang namanya kebakaran. Serta mempersiapkan sejak dini berbagai upaya pencegahan agar tidak terjadi kebakaran diwilayah kita.

H.Adeng Hudaya, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bekasi.
H.Adeng Hudaya, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bekasi.

“Walaupun saat ini kami (damkar-red) sendiri telah senantiasa stanby 24 jam guna memberikan pelayanan umum kepada masyarakat dalam bidang penanggulangan kebakaran dan melakukan penyelamatan terhadap korban kebakaran maupun bencana lainnya. Namun partisipasi serta sinergi dari masyarakat tentunya sangatlah penting.

Karena lanjut Adeng lagi, alam penanggulangan kebakaran, meliputi pengurangan resiko kebakaran di setiap tahapan managemen kebakaran, baik pada pra kebakaran, waktu kejadian kebakaran, pasca kebakaran, yang senantiasa mengedepankan tindakan preventif, tidak akan mampu dilakukan secara parsial oleh petugas kebakaran, akan tetapi butuh sinergi, kolaborasi serta akselerasi dari semua pihak, baik itu aparat, serta seluruh elemen masyarakat.

Lebih jauh, Adeng Hudaya mengatakan, dalam rangka mitigasi untuk mengurangi resiko terjadinya kebakaran, mengajak peran serta masyarakat untuk memberikan pemahaman dan pencegahan dini terhadap bahaya kebakaran, Untuk itu Damkar Kabupaten Bekasi telah membentuk relawan dari elemen masyarakat di beberapa wilayah untuk mensosialisasikan serta memberikan edukasi kepada masyarakat luas,” jelas Adeng.

Pembentukan relawan tersebut sampai dengan saat ini sudah terbentuk di tujuh kecamatan, dan relawan tersebut nantinya akan terus dibentuk disetiap masing-masing kecamatan yang ada di Kabupaten Bekasi ini.

Untuk tugas dan fungsinya relawan tersebut adalah memberikan informasi dan edukasi serta pemahaman dan juga penanggulangan dini terhadap kebakaran.

“Jadi, para relawan yang kami bentuk, salah-satu tugasnya adalah memberikan himbauan kepada instansi, atau rumah, baik rumah tinggal maupun tempat usaha agar memiliki tabung pemadam api ringan (APAR) ditempatnya. Dan juga memberikan himbauan kepada masyarakat agar tidak membakar sampah, terlebih lagi membakar sampah tanpa diawasi yang kemungkinan bisa menyebabkan terjadinya kebakaran,” katanya.

Adeng mencontohkan kasus terbesar di 2023 ada 477 kasus kebakaran, yang disebabkan tingginya iklim, panas yang ekstrem di musim kemarau. Angka kejadian melonjak di periode Agustus, September, dan Oktober seiring dengan musim kemarau yang berkepanjangan dampak dari El Nino, terutama kebakaran lahan kosong yang ditumbuhi ilalang, Menurutnya, lahan-lahan yang belum termanfaatkan sehingga ditumbuhi ilalang dan rumput liar kering saat musim kemarau memang rawan terjadi kebakaran.

“Dampak suhu panas yang tinggi menyebabkan rumput, alang-alang ini mengering hingga mudah terbakar yang kemudian dibantu angin sampai menyebar cepat apinya dan melihat tingginya angka peristiwa tersebut membuat Damkar Kabupaten Bekasi menggencarkan edukasi untuk masyarakat, terutama untuk tidak membuang puntung rokok atau membakar sampah sembarang di musim kemarau,” ujar Adeng.

Lebih lanjut Adeng mengatakan, selain itu jenis kebakaran pun terjadi akibat kompor gas dan korsleting listrik yang banyak terjadi di rumah-rumah.

“Jadi, kami menghimbau kepada segenap masyarakat agar lebih berhati-hati dan waspada dan bilamana kebakaran itu terjadi, mestilah mempelajari bagaimana cara penanganan dan penanggulangannya,” jelas Adeng.

“Damkar terus berupaya antisipasi. Namun, di satu sisi memang perlu ada peran serta masyarakat, seperti mentaati imbauan jangan membakar sampah sembarangan,” ujarnya(Avd-red)

 

 

Baca Selanjutnya

Berita lainnya