22.4 C
Indonesia
Kamis, 18 April 2024

Digitalisasi Manajemen Sumber Daya Manusia Era Revolusi Industri

Berita Terbaru

AKTUALONLINE – Perspektif II Di era digitalisasi, manajemen sumber daya manusia membawa perubahan besar dalam cara bisnis merekrut, mengelola, dan mengembangkan karyawan mereka. Digitalisasi memungkinkan lebih banyak fleksibilitas, analitik yang lebih baik, pengalaman kerja yang lebih baik, dan penghematan biaya.

Era industri 4.0 saat ini, maka perlu dilakukan transformasi SDM berbasis digital melalui berbagai inovasi di bidang pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM). Sebab menjadi kunci penting dalam menghadapi era disrupsi. Selain adaptasi teknologi, perubahan struktural dalam proses, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Perlu diketahui bahwa manajemen sumberdaya manusia merupakan aktivitas organisasi dalam menerapkan konsep-konsep dan teknik-teknik analisis jabatan, perencanaan pegawai, perekrutan pegawai, seleksi pegawai, orientasi pegawai, pelatihan pegawai, pemberian gaji, pemberian insentif finansial, pemberian tunjangan, pemberian kualitas kehidupan kerja, penilaian prestasi kerja, dan manajemen karier pegawai untuk mencapai tujuan organisasi (Dessler, 1986 dan 2013).

Dengan kemampuan kerja (profesionalisme atau kompetensi), maka manajer sumber daya manusia berusaha agar pegawai merasa bahwa pekerjaan yang dikerjakannya akan dapat memperoleh imbalan. Kemauan kerja (imbalan kerja atau kesejahteraan), maka manajer sumber daya manusia berusaha mengetahui kebutuhan-kebutuhan pegawai dan kemudian menggunakan kebutuhan-kebutuhan pegawai itu sebagai imbalan.

Misalnya, pemegang saham sebagai pemilik perusahaan meminta kesediaan seorang pegawai bahwa pegawai itu akan dipromosikan menjadi direktur pemasaran dengan syarat dapat meningkat pendapatan penjualan sebesar 60% per tahun. Lalu, apakah yang terjadi.

Pegawai itu tidak termotivasi menjadi direktur pemasaran karena pegawai itu merasakan tidak memiliki kemampuan kerja meningkatkan pendapatan penjualan sebesar 60% per tahun, meskipun pegawai itu menginginkan imbalan dan memiliki kemauan kerja menjadi direktur pemasaran. Dengan demikian untuk memotivasi kerja pegawai diperlukan dua syarat mutlak secara sekaligus yaitu kemampuan kerja dan kemauan kerja.

Pada hakekatnya kemampuan kerja dan kemauan kerja dan proses pertukaran (exchange process) antara kemampuan kerja dengan kemauan kerja ini merupakan inti pokok memotivasi kerja pegawai.

Ada beberapa catatan penting untuk diingat terkait kemampuan kerja. Pertama, manajer sumber daya manusia harus memastikan bahwa pegawai memiliki kemampuan kerja untuk mengerjakan pekerjaan. Dengan kalimat lain, manajer sumberdaya manusia harus mengetahui pekerjaan yang dikerjakan pegawai akan memperoleh imbalan.

Oleh karena itu, untuk memperoleh pegawai yang memiliki kemampuan kerja maka manajer sumber daya manusia harus mengerjakan konsep dan teknik analisis jabatan, perencanaan pegawai, perekrutan pegawai, seleksi pegawai, orientasi pegawai, pelatihan pegawai. Kedua, kemauan kerja (imbalan kerja atau kesejahteraan). Manajer sumberdaya manusia harus memastikan bahwa pegawai tersebut memiliki kemauan kerja untuk mengerjakan pekerjaan.

Dengan kalimat lain, manajer sumber daya manusia harus mengetahui kebutuhan-kebutuhan pegawai dan kemudian menggunakan kebutuhan-kebutuhan pegawai itu sebagai imbalan. Oleh karena itu, untuk memperoleh pegawai yang memiliki kemauan kerja maka manajer sumberdaya manusia harus mengerjakan konsep dan teknik pemberian gaji, pemberian insentif finansial, pemberian tunjangan, dan pemberian kualitas kehidupan kerja. Ketiga, memeriksa kemampuan kerja dan kemauan kerja.

Manajer sumberdaya manusia harus memeriksa hasil kerja dalam memotivasi kerja pegawai (memeriksa kemampuan kerja dan kemauan kerja pegawai) dan berusaha mengambil strategi dan kebijakan manajemen sumberdaya manusia yang diperlukan untuk memperbaiki motivasi kerja pegawai atau memperbaiki kemampuan kerja dan kemauan kerja pegawai.

Oleh karena itu, manajer sumberdaya manusia harus mengerjakan konsep dan teknik penilaian prestasi kerja dan manajemen karier.

Di era revolusi industri 4.0 bahwa organisasi memiliki kebutuhan digitalisasi dan solusi kebutuhan digitalisasi disuplai oleh perusahaan teknologi digital (Klaus Schwab, The Fourth Industrial Revolution, 2016). Contohnya, solusi kebutuhan digitalisasi dan teknologi internet di Indonesia disuplai oleh PT Telekomunikasi Seluler.

Revolusi teknologi digital dalam era revolusi industri 4.0 akan menciptakan digitalisasi pada teknik-teknik manajemen sumber daya manusia. Pertama, revolusi teknologi digital dalam era revolusi industri 4.0 akan menciptakan digitalisasi teknik-teknik manajemen sumber daya manusia untuk mendapatkan pegawai yang memiliki kemampuan kerja.

Dalam era revolusi industri 4.0, organisasi akan mempraktikkan teknik-teknik terbaru berbasis revolusi teknologi digital dalam mengerjakan analisis jabatan, perencanaan pegawai, perekrutan pegawai, seleksi pegawai, orientasi pegawai, pelatihan pegawai.

Kedua, revolusi teknologi digital dalam era revolusi industri 4.0 akan menciptakan digitalisasi teknik-teknik manajemen sumberdaya manusia untuk mendapatkan pegawai yang memiliki kemauan kerja. Dalam era revolusi industri 4.0, organisasi akan mempraktikkan teknik-teknik terbaru berbasis revolusi teknologi digital dalam mengerjakan pemberian gaji, pemberian insentif finansial, pemberian tunjangan, dan pemberian kualitas kehidupan kerja.

Ketiga, revolusi teknologi digital dalam era revolusi industri 4.0 akan menciptakan digitalisasi teknik-teknik manajemen sumberdaya manusia untuk memeriksa hasil kerja dalam memotivasi kerja pegawai (memeriksa kemampuan kerja dan kemauan kerja) dan berusaha mengambil strategi dan kebijakan manajemen sumberdaya manusia yang diperlukan untuk memperbaiki motivasi kerja pegawai. Dalam era revolusi industri 4.0, organisasi akan mempraktikkan teknik-teknik terbaru berbasis revolusi teknologi digital dalam mengerjakan penilaian prestasi kerja dan manajemen karier.

Di era revolusi industri 4.0 berbasis revolusi teknologi digital bahwa manajer sumber daya manusia ditantang untuk menciptakan pegawai yang profesional, sejahtera, prestasi kerja tinggi, dan karier sukses. Manajemen sumberdaya manusia beradaptasi dalam era revolusi industri 4.0 wajib berpedoman teguh pada filosofi manajemen sumberdaya manusia.

Teknik-teknik terbaru manajemen sumber daya manusia berbasis revolusi teknologi digital di era revolusi industri 4.0 tidak bakal dapat dipraktikkan secara efektif dan bakal mudah menyesatkan para manajer sumber daya manusia era revolusi industri 4.0 tanpa berpedoman teguh pada filosofi manajemen sumberdaya manusia, yaitu filosofi yang memberikan pedoman bagi para manajer sumberdaya manusia era revolusi industri 4.0 dalam mengambil keputusan untuk menciptakan pegawai yang profesional, sejahtera, prestasi kerja tinggi, dan karier sukses. II Cut Maulita (Penulis adalah mahasiswa manajemen Universitas Pembangunan Panca Budi Medan)

Editor: Prasetiyo

Baca Selanjutnya

Berita lainnya