20 C
Indonesia
Selasa, 14 April 2026

Beda-beda Tipis Beraninya Gubsu Edy Rahmayadi dan Wali Kota Medan Bobby Nasution

Berita Terbaru

AKTUALONLINE.co.id MEDAN ||| Korwil Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (PMPHI) Sumut, Gandi Parapat menyatakan bahwa keberanian Gubsu Edy Rahmayadi dan Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution beda-beda tipis soal keberanian membuat kebijakan, seakan-akan keduanya berlomba ingin merebut perhatian masyarakat. Walaupun, ada mengaitkan hal ini dengan usaha agar sukses dalam Pilkada 2024 mendatang.

Analisis Gandi, fenomena ini dapat dilihat dari usaha kedua kepala daerah tersebut adu cepat membangun berbagai sarana infrastruktur yang diklaim untuk kepentingan masyarakat. Misalnya, Gubsu Edy Rahmayadi yang membeli tanah seluas 300 Ha dengan anggaran Rp152 miliar sebagai lokasi pembangunan sport centre untuk PON 2024.

Di Kota Medan, sang Wali Kota juga merevitalisasi berbagai lokasi agar tampak indah. Salah satunya adalah proyek landscape Kota Medan atau lampu pocong. Meski kedua orang nomor satu di teritorialnya masing-masing saling menunjukkan taring, tapi Bobby dianggap paling berani. Pasalnya, ia mampu mengakui bahwa proyek yang dikerjakan gagal dan berani meminta uang senilai Rp21 miliar dari para kontraktor.

Berbeda dengan Gubsu Edy Rahmayadi yang menurut Gandi banyak pencitraan dalam proyek sport centre. Meski diketahui bahwa lahan yang dibeli tidak memiliki HGU, namun sang Gubernur tetap berani berikrar masuk neraka dengan mempertahankan pernyataan tentang adanya HGU di lokasi itu.

Meskipun begitu, putra asli Tapanuli Utara tersebut tetap mengapresiasi orang nomor satu di Sumut itu karena semangatnya yang masih berusaha membangun. Buktinya, Edy Rahmayadi langsung memecat Kadis PUPR Sumut, Bambang Paredede usai kunjungan Presiden ke jalan yang rusak di daerah Labura. Meskipun masyarakat tidak tah, bahwa titik yang ditinjau merupakan titik pekerjaan proyek Rp2.7 triliun atau bukan.

“Jadi beda-beda tipis mereka ini, sama-sama berani dan berusaha merebut hati masyarakat. Cuma yang satu berani menindak yang satu terus maju saja yang penting membangun,” ungkapnya, Kamis (8/6/2023) siang.

Mengingat akan berakhirnya masa jabatan kepala daerah hitungan bulan, Gandi mengingatkan agar keduanya lebih ekstra mengejar janji-janji pembangunan yang belum rampung. Apalagi, kabar ketidakharmonisan orang nomor satu di Sumut saat ini kian mencuat. Ia takut, di penghujung pemerintahan hanya menoreh catatan buruk. ||| Prasetiyo

Baca Selanjutnya

Berita lainnya