20.5 C
Indonesia
Jumat, 13 Maret 2026

Masyarakat Melayu Deli Dibohongi, Tak Ada Tepak Sirih di Gapura Batas Kota Medan

Berita Terbaru

AKTUALONLINE.co.id MEDAN ||| Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU) Azhari Sinik secara tegas mengatakan bahwa masyarakat Melayu Deli telah dibohongi oleh Pemko Medan, Khususnya Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Medan, Endar Sutan Lubis. Pasalnya, relief tepak sirih yang dijanjikan terpampang di gapura batas Kota Medan di Jalan Pinang Baris tidak terealisasi.

“Pembohong aja. Ditipunya masyarakat Melayu Deli. Waktu dihancurkan dibilanglah mau buat cantik. Ada bentuk tepak sirihnya di atas sebagai simbol yang menunjukkan adat Melayu. Nyatanya nol,” geram Azhari, Sabtu (13/5/2023) malam.

Atas kejadian ini, Azhari mendesak Wali Kota Medan, Bobby Afif Nasution segera mengevaluasi kinerja sang kadis agar kejadian yang mencoreng nama baik Pemko Medan tidak terulang ke depannya. Apalagi, Pembuatan gapura batas kota yang baru ini menyangkut identitas budaya lokal di Kota Medan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Medan, Endar Sutan Lubis yang dikonfirmasi www.aktualonline.co.id berjanji hari Senin untuk memastikan kontrak pengerjaan. Menurutnya, sebelum gapura dibangun ada perubahan rancangan yang tidak diinformasikan kepada publik.

“Senin saya cek dulu kontraknya, berhubung ada redisign gambar sebelum pelaksanaan,” ungkap Endar melalu pesan WhatsApp.

Diketahui bahwa dalam desain gapura batas Kota Medan di Jalan Pinang Baris yang dipublish ke publik terdapat ukiran tepak sirih terukir di sisi kanan dan kiri salah satu pucuk menara. Ada pula sketsa Masjid Raya dan Istana Maimon terukir dengan garis berwarna kuning. Di bawahnya dibuat taman yang memperjelas keindahan. Ternyata, itu baru sebatas gambar. ||| Prasetiyo

 

 

 

Baca Selanjutnya

Berita lainnya