AKTUALONLINE.co.id MEDAN ||| Tanda tanya besar Lingkar Indonesia, kelompok tani dan publik soal titik pematangan lahan sport centre yang menelan biaya senilai Rp16.441.256.664,34 tahun anggaran 2021, kini mendapat sorotan tajam dari Kejatisu, bahkan kasusnya sedang dalam penanganan.
Kajatisu, Idianto melalui Kasi Penkum Kejatisu, Yos A Tarigan, Rabu (29/3/2023) sore yang dihubungi www.aktualonline.co.id membenarkan kabar tersebut. Diterangkan Yos, saat mereka cek di sistem diketahui ada masyarakat telah membuat pengaduan dan berproses di Kejaksaan hingga telah dilakukan pengumpulan bahan serta keterangan.
“Benar, pelaporan terkait hal tersebut sedang dalam penanganan Kejati Sumut. Saat ini dilakukan pencarian bahan dan keterangan,” ujar Yos.
Diketahui, hingga saat ini proyek pematangan lahan dengan dana sebesar Rp16.4 miliar masih jadi buah bibir. Pasalnya, dengan dana sebesar itu para kelompok tani tidak pernah melihat adanya pematangan lahan, melainkan lahan yang telah matang karena merupakan lokasi cocok tanam petani.
Usai fakta ini tersebar, dan adanya rencana peletakan batu kedua (red. Peletakan batu pertama tahun 2020) oleh Gubernur Edy Rahmayadi, 31 Maret 2023, kini alat berat diduga sengaja diturunkan untuk menghilangkan bukti pekerjaan yang harusnya dilaksanakan tahun 2021 lalu.
Menurut kelompok tani, pekerjaan yang sempat mereka lihat adalah pembuatan drainase, dan penimbunan untuk pembuatan gapura dan pos pengamanan. Itupun tanah yang diambil merupakan hasil kerokan dari lokasi sekitarnya.
Jika jalan sekitar 500 meter dari titik gapura ke dalam, maka akan ada kolam lebar dengan kedalaman 5, 6, 9 hingga 10 meter yang masih menganga dan tidak masuk dalam rencana program pembangunan. Mungkinkah kolam-kolam tersebut akan dimatangkan juga. ||| Prasetiyo
Editor : Pras
