23.4 C
Indonesia
Jumat, 24 Mei 2024

Tambang Ilegal Jenis Gerbok Memporak Porandakan DAS Batu Rusa Kapolsek Merawang Pilih Bungkam

Berita Terbaru

AKTUALONLINE.co.id MERAWANG ||| Meskipun Harga Timah dikabarkan turun namun tidak mengurangi penambang ilegal bekerja dan memporak porandakan lokasi HL, HP dan Apl, dari kejauhan Tambang Inkonvensional (TI) ilegal jenis Rajuk (gerbok) yang beroperasi di Sungai Batu Rusa, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka tergolong nekat. Pasalnya para penambang secara terang-terangan melakukan aktivitas penambangan sangat jelas terpantau dari atas Jembatan Batu Rusa. Rabu (25/5/22).

Dari informasi yang didapat, aktivitas tersebut sudah berjalan 3 (tiga) Bulan terakhir, saat dikonfirmasi wartawan melalui sambungan WhatsApp Rabu (25/05/22), Kapolres Bangka AKBP Indra Kurniawan hanya melontarkan jawaban Stiker terimakasih atas info yang di beri.

“Sudah saya perintahkan Kapolsek untuk segera di tindaklanjuti,” katanya singkat.

Lalu, kemudian dengan waktu bersamaan awak media mengkonfirmasi kepada Danpos Al Pangkalbalam Lettu Laut Puji Setiyono mengenai tambang ilegal yang merusak Daerah Aliran Sungai ( DAS) Batu rusa.

” Terimakasih infonya, Saya akan Check. Nanti akan turun bersama Polair. dan Nanti saya koordinasi dengan Kasatpolair Polres Pangkalpinang,” ucapnya.

Lokasi Tambang ilegal (gerbok) tersebut diduga ada keterlibatan oknum bermain dan lokasinya merupakan lokasi APL. ini terbukti saat awak media mengkonfirmasi KPHP Sigambir Alexsander dan Ia menyampaikan mesti di cek di lapangan karena disitu ada juga APL.

” Maaf sebelumnya, kalau kami di KPHP hanya bisa memberikan tanggapan kalau lokasi tersebut berada di kawasan HP atau HL kawasan kami, untuk diluar itu ada pihak lain yang berkompeten untuk memberikan tanggapan, Kalau ada titik koordinat, rencana hari senin akan kita cek kelapangan,” jelasnya. Sabtu (28/5/22).

Sebelumnya, awak media sudah mengkonfirmasi terhadap APH terdekat Kapolsek Merawang Iptu Teguh Widodo menampikkan pertanyaan yang di lontarkan awak media Babel dan enggan mengangkat telpn, melalui pesan WhatApp awak media mengirim pesan (konfirmasi) terkait Tambang Ilegal (gerbok) yang merusak Daerah Aliran Sungai Batu rusa akan tetapi jawaban yang di dapat berupa centang dua (tidak menjawab). Jum’at (27/5).

Sampai berita ini di terbitkan, awak media belum mendapatkan jawaban hal tersebut, akan tetapi kedepan awak media dan Lembaga Aliansi Indonesia (LAI) yang sudah kewajiban tugasnya didalam Penelitian Aset Negara akan berusaha mengkonfirmasi ulang kejenjang yang lebih tinggi.||| Tim

 

 

Editur : Redaksi

Baca Selanjutnya

Berita lainnya