25.4 C
Indonesia
Rabu, 29 Mei 2024

Langgar IMB, Politisi PSI Minta Pemko Medan Bongkar Bangunan di Medan Tembung

Berita Terbaru

AKTUALONLINE.co.id MEDAN |||
Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Rochi Pasaribu Meminta agar organisasi perangkat daerah (OPD) menertibkan Ruko yang dibangun tanpa memiliki izin mendirikan bangunan (IMB) di daerah Tuasan/Pertahanan Yang Terletak di Kelurahan Sidorejo Hilir Kecamatan Medan Tembung.

“Penertiban IMB ini hendaknya dilakukan secara Bersama antara OPD terkait dengan pihak kecamatan setempat,” ujar Rochi di Medan, Selasa (24/05/2022).

Rochi Pasaribu mengatakan, peran kewilayahan diperlukan untuk menertibkan bangunan tanpa memiliki IMB, karena Pemko Medan Telah menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) meningkat tahun 2022, jelas Rochi.

Pemko Medan menargetkan PAD menjadi Rp1,07 triliun dari total RAPBD Kota Medan 2022 yang disetujui oleh DPRD Medan sebesar Rp6,37 triliun.

Wali Kota juga pernah mengatakan dan meminta agar pemilik bangunan yang akan Mendirikan Bangunan harus disertai dengan pemasangan plang IMB di tempat yang mudah terlihat sesuai bentuk bangunannya, tutur Rochi.

Program Walikota Medan itu sudah tepat, ini salah satu upaya kita meningkatkan PAD Demi Pemko Medan bisa melaksanakan pembangunan kota, terutama merealisasikan lima program prioritas walikota, kata Rochi.

Lebih lanjut Rochi Pasaribu mengatakan, terbitnya peraturan daerah dan peraturan wali kota Medan, tentu OPD yang membidangi IMB semakin mengawasi tegaknya peraturan itu.

Namun Fakta yang ditemukan di lapangan sampai saat ini banyak bangunan masyarakat, baik rumah maupun rumah toko menyalahi peraturan, seperti tidak memiliki IMB maupun menyalahi IMB itu sendiri, jelas Rochi.

“Sebagian masyarakat tidak memasang plang di lokasi Bangunan Bahkan tidak memiliki IMB, dikarenakan bangunannya tidak sesuai dengan Peruntukannya seperti yang terlihat di Jalan Tuasan/Pertahanan Kelurahan Sidorejo Hilir Kecamatan Medan Tembung Jumlah unit yang Dibangun Sebanyak 13 unit izinnya di IMB Sembilan Unit. Jadi yang bodong ada sebanyak empat Unit, begitu juga prolenya juga tidak sesuai peruntukannya dan Lebar Ruko tersebut tidak sesuai tentunya ini akan menimbulkan kebocoran potensi PAD Kota Medan,” Tegas Rochi Pasaribu. ||| Zul/ Bhiring

 

 

Editor : Zul

Baca Selanjutnya

Berita lainnya