22.4 C
Indonesia
Kamis, 18 Juli 2024

Pembangunan Bandara Sibisa Tetap Dipacu Sembari Layani Rute Toba-Nias Setiap Hari Senin

Berita Terbaru

AKTUALONLINE.co.id TOBA |||
Progres Pembangunan Bandara Sibisa, di Desa Sibisa Kecamatan Ajibata Kabupaten Toba terap dipacu baik pembangunan sisi udara dan darat, sembari melayani penerbangan penumpang lintas langit Danau Toba, dari Badara Sibisa ke Bandara Sitoli, Nias yang dilayani maskapai Susi Air.

Demikian disampaikan Kepala Satuan Pelayanan (Kasatpel) Bandara Sibisa Muammar Khadafi Batubara, SH, saat ditemui dikantornya di Badara Sibisa, Senin (28/3/2022).

Menurut Khadafi mengatakan, bahwa layanan jadwal penerbangan tetap kita  dilaksanakan dengan baik, dan saat ini setiap Hari Senin, Jam 12.45 Wib, penumpang sudah harus tiba di lokasi Bandara Sibisa, karena pesawat kita akan terbang dari Sibisa menuju Gunung Sitoli (Nias) pukul 13.00 Wib, tepatnya menuju Bandar Udara Binaka yang terletak di kecamatan Gido Kabupaten Nias, Sumatera Utara yang berbatasan dengan kecamatan Gunungsitoli Idanoi, Kota Gunungsitoli. Ujarnya.

Selain penerbangan perintis ini masih di Subsidi pemerintah, maka harga tiket hanya Rp290.000 dan pelayanan pembelian tiket hanya dilayani di Bandara Sibisa, atau boleh memesan Tiket lewat telepon petugas kita an.Togar Manurung, nomor Hp: 0823 6091 0189. Tetapi uangnya langsung di transfer. Tujuannya supaya penyediaan tempat duduk (seat) di dalam pesawat, karena masih terbatas dan supaya tidak mengecewakan penumpang lainnya, Ujar Khadafi.

Disinggung perihal pembangunan Bandara Sibisa yang sampai saat ini masih berpacu dengan waktu, M Khadafi menjelaskan,  dimana pembangunan Sisi Udara seperti Apron, Pembuatan Drainase dan Pemadatan Area Bandara.

Lalu disisi Darat, saat ini sedang dibangun Terminal dan Pagar Batas Pengaman dikawasan Bandara, Ujarnya.

Sekarang panjang Runway sudah 1630 m dengan lebar 30 m. Lalu supaya Bandara ini bisa disingggahi pesawat sejenis Wings berpenumpang 75 orang sama crew itu tentu panjangnya harus 1800 meter. Dan untuk pesawat Boing Run Way harus sepanjang 2200 meter 1800m, kalau lebar sudah pas, 30 meter dan  Boing Seri 500 berpenumpang 90 an itu akan lebih nyaman jika aturan main ini sudah klop pada tahun-tahun mendatang, Ujar Khadafi.

Jadi Runway yang seharusnya sepanjang 1800 m kini masih sekitar 1630 m, dikarenakan sengketa lahan dan sampai saat ini sudah beberapa kali dimenangkan oleh pihak Bandara seperti di PN Negeri Balige kita Menang. PT Medan memang, dan saat ini menunggu tingkat Kasasi Mahkamah Agung.

Kemudian mereka menggugat ke PTUN MEDAN, pihak kita juga menang dan mereka kalah, Kata Khadafi didampingi Rico Sirait sebagai AVSEC security (staff sekurity).

Semua yang dilakukan oleh pemerintah kita bertujuan meningkatkan konektivitas transportasi di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba dan atas dasar itulah Kementerian Perhubungan memperpanjang landasan pacu atau runway dan pembangunan lainnya di Bandara Sibisa Desa Pardamean, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba ini. Ujarnya.

Awal sejarah Bandara Sibisa yang lahannya diserahkan masyarakat tahun 1975 ke Pemkab Taput kala itu, dan pembangunan Bandara dimulai 1976, lalu tahun 1977 Bandara ini diresmikan dengan Runway sepanjang 700 meter lebar 15 meter.

Bandara Sibisa merupakan bandara perintis yang telah dibangun sejak era Presiden Soeharto pada Tahun 1977. Dioperasikan pertama kali pada 15 November 2006  ditandai dengan penerbangan perdana maskapai Susi Air rute Medan ke Sibisa.

Akan tetapi hal tersebut hanya  bertahan hingga bulan Ferbuari 2007, dan selanjutnya di tutup. Setelah sempat ditutup sekitar 12 tahun, tepatnya pada Jumat, 12 April 2019 aktifitas penerbangan Bandara Sibisa kembali melakukan uji coba pendaratan pesawat, dan sampai saat ini Bandara Sibisa saat melayani satu penerbangan setiap Hari Senin dengan Rute Bandara Sitoli, Nias – Bandara Sibisa, Danau Toba dan sebaliknya. ||| Z3S

 

 

 

Editor : Zul

Baca Selanjutnya

Berita lainnya