22.4 C
Indonesia
Kamis, 18 April 2024

Kapuspenkum Kejagung, Pengemudi Mercedes Yang Halangi Mobil Ambulans Bukan Pegawai Kejaksaan RI

Berita Terbaru

AKTUALONLINE.co.id JAKARTA |||
Menindaklanjuti berita yang beredar di media online dan video viral di media sosial terkait pengemudi mercedes yang menghalangi mobil ambulans,  kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung RI,  Ketut Sumedana dalam siaranpersnya Jumat (18/3/2022) menyampaikan, bahwa “Pengendara Mercy putih bernomor Polisi B 2873 PB yang dikemudikan pengemudi Hildan diduga menghalangi mobil Ambulans di Tangerang dan Mengaku sebagai orang Kejaksaan”, itu bukan pegawai Kejaksaan. 

Lebih lanjut disampaikannya, kronologis peristiwa dapat dijelaskan berdasarkan video viral di media sosial yang menunjukkan peristiwa insiden antara mobil ambulans Puskesmas Cisoka yang terjadi sekitar pukul 01.00 Kamis 17 Maret 2022 yang dikemudikan oleh Hildan dengan mobil Mercedes putih bernomor polisi B 2873 PB, terjadi Tol di Tangerang-Jakarta, tepatnya di kawasan Bitung, Kabupaten Tangerang. Saat itu, mobil ambulans sedang membawa pasien ibu hamil yang hendak melahirkan ke RSUD Kabupaten Tangerang, dan ketika berada di ruas jalan tol, ambulans sudah menyalakan rotator dan sirine dari kejauhan. Namun, mobil Mercedes putih di depannya tidak memberikan jalan dan ketika mobil ambulans ingin menyalip melalui jalur kiri, tiba-tiba Mercedes putih tersebut juga berpindah ke sebelah kiri tanpa menggunakan lampu sein. Alhasil, terjadi gesekan antara keduanya yang mengakibatkan spion sebelah kiri mobil mersedes tersebut rusak. mobil mercedes tersebut berusaha mengejar dan menyalip ambulans dan mengikuti sampai ke RSUD Kabupaten Tangerang.

Selanjutnya tiba di RSUD Kab Tangerang, pengemudi mercedes menarik baju pengemudi ambulans (bukan memukul) lalu mengambil kunci mobil ambulans dan memaki pengemudi ambulans dengan kata kasar. Pengemudi mobil Mercedes juga meminta pertanggung jawaban pengemudi ambulans karena telah bergesekan dengan mobil mercedes, kemudian pengemudi mercedes juga meminta SIM dan KTP pengemudi ambulans, serta mengaku bahwa pengemudi mercedes adalah seorang ahli hukum (bukan pegawai kejaksaan). 

Namun akhirnya pengemudi mercedes hanya mengambil KTP pengemudi ambulans. Setelah itu sekitar pukul 04.00 WIB, pengemudi ambulans menuju kantor PRJ Bitung untuk melaporkan kejadian tersebut namun tidak ada anggota yang piket. Selanjutnya sekitar pukul 11:00 WIB pengemudi ambulans datang ke Polresta Tangerang di Tigaraksa untuk membuat laporan namun diarahkan ke PRJ Bitung, jelas Ketut 

Dari penjelasan di atas, Kapuspenkum Kejagung telah memberikan pelurusan dan informasi kepada masyarakat atas pemberitaan dimaksud. (K.3.3.1)|||Sahat MT Sirait 

Editor: SMTS

Baca Selanjutnya

Berita lainnya