26.4 C
Indonesia
Rabu, 21 Februari 2024

Tim Pidsus Kejati Sumut Dan Ahli IPB Tinjau Lokasi Terkait Kasus Mafia Tanah Di Langkat

Berita Terbaru

AKTUALONLINE.co.id MEDAN |||
Akibat ulah mafia tanah di Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara terjadi kerusakan hutan baik kerusakan flora maupun kerusakan fauna yang berdampak kerugian perekonomian negara dan lainnya, Tim Pidsus Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) mendatangi ahli dari Institut Pertanian Bogor (IPB) tinjau langsung ke lokasi bekerja sama melakukan perhitungan kerusakan. 

Tim Penyidik Pidsus Kejati Sumut sedang melakukan koordinasi dengan ahli dari Guru Besar Silvikultur IPB terkait peta kawasan suaka margasatwa yang dijadikan sebagai perkebunan kelapa sawit berdasarkan perubahan dari hutan suaka margasatwa menjadi SHM. 

“Dari kegiatan yang dilakukan oleh Tim ahli IPB diharapkan dapat menghitung produksi kelapa sawit dan kegiatan ini juga didukung melalui hasil uji analisis laboratorium sampel tanah dan jaringan tanaman dari Laboratorium.” 

Sebelumnya, sekira 1 Bulan yang lalu tim Penyidik Pidsus Kejati Sumut sudah turun langsung ke Langkat untuk melakukan plotting dan menentukan titik koordinat di Kawasan Hutan Suaka Margasatwa Karang Gading dan Langkat Timur Laut Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat.

“Tim Penyidik yang diturunkan ke lapangan sebanyak sembilan orang didampingi tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Kementerian Kehutanan, Kanwil BPN Sumut dan BPN Langkat.”

Kedua Tim turun kelokasi melakukan pemeriksaan lahan dan pengukuran serta menentukan titik kordinat bersama tim ahli bertujuan untuk mengetahui titik batas lahan yang menjadi objek permasalahan dalam hutan Suaka Marga Satwa.

“Sampai saat ini tim masih menunggu hasil perhitungan dari ahli tersebut. Perkembangan terbaru terkait perkara ini akan kita informasikan secepatnya.”

Demikian disampaikan Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Sumut Yos A Tarigan dalamsiaran persnya, Jumat (11/3/2022).|||Sahat MT Sirait

Editor: SMTS

Baca Selanjutnya

Berita lainnya