22.4 C
Indonesia
Kamis, 18 April 2024

Hakim Tidak Lengkap Sidang Perdana Dugaan Korupsi Mantan Pejabat PT PSU Ditunda

Berita Terbaru

AKTUALONLINE.co.id MEDAN|||
Sidang perdana perkara korupsi disebut-sebut mencapai Rp109,2 miliar di PT Perkebunan Sumatera Utara (PSU), Kamis (10/3/2022) di Cakra 9 Pengadilan Tipikor Medan yang seyogianya pembacaan dakwaan, ditunda oleh Ketua Majelis Hakim Bambang Joko Winarno dengan alasan Hakim nya tidak lengkap, lagi mengikuti pelatihan di Hotel Grand Mercure Medan 

Sidang kita lanjutkan pekan depan. Begitu ya? Pak jaksa sama penasihat umum,” kata hakim ketua Bambang Joko Winarno sembari mengetuk palu.

Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Medan Fauzan Irgi Hasibuan menghadirkan tiga terdakwa secara  virtual lewat monitor tim dan didampingi penasihat hukumnya (PH) tampak siap sedia hendak mengikuti sidang.

Secara terpisah, Humas PN Kelas IA Khusus Medan Immanuel Tarigan yang dikonfirmasi lewat pesan teks WhatsApp (WA) membenarkan tentang para hakim adhoc tipikor sedang melaksanakan pelatihan diselenggarakan oleh Komisi Yudisial (KY) di Hotel Grand Mercure Medan.

Kalau gak salah selama empat hari berturut-turut mulai Selasa (8/2/2022) sampai Jumat,” jelasnya

Diberitakan sebelumnya, 3 mantan pejabat perusahaan perkebunan kebanggan Pemprov Sumut tersebut yakni Heriati Chaidir (62) selaku Direktur periode 2007 hingga 2010.

Darwin Sembiring selaku Ketua Panitia Ganti Rugi juga selaku Manager Kebun Simpang Koje tahun 2007-2010 dan M Syafi’i Hasibuan, sebagai Manager Kebun Simpang Koje tahun 2011-2013, dijadikan sebagai calon terdakwanya.

Ketiga terdakwa disebut-sebut ‘nekat’ menyalahgunakan anggaran PT PSU dengan membuka areal perkebunan baru berlokasi di Desa Simpang Koje, Kecamatan Lingga Bayu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) seluas 518,22 Hektare Ha dan di Desa Kampung Baru seluas 106,06 Ha areal bertanam dan belum tanam seluas 1,8 Ha.

Hasil audit akuntan publik, kerugian keuangan negara yang ditimbulkan periode 2007 hingga 2019 mencapai Rp109.268.887.612.|||Sahat MT Sirait 

Editor: SMTS

Baca Selanjutnya

Berita lainnya