23.4 C
Indonesia
Jumat, 24 Mei 2024

Di Duga Kolektor Timah Tidak Mengantongi Izin Penampungan, Izin Penggorengan Serta Perpajakan

Berita Terbaru

AKTUALONLINE.co.id MENDOBARAT ||| Maraknya penambangan pasir timah diduga ilegal itu tak lepas dari adanya penampung atau pembeli timah (kolektor) yang sekaligus juga memiliki tempat penampungan, Lobi dan penggorengan.

Terjadi pada Jum’at (4/3/22) sekira pukul 07.15 Wib di sebuah tempat penggorengan timah Adeng (nama samaran) yang berada area pemukiman di desa Kace ujung, Gg. Mushola Ar-Rahman, RT 02 dusun 02 Kecamatan Mendo barat kabupaten Bangka Provinsi Bangka Belitung

Adeng diduga penimbunan biji timah dan pemilik penggorengan pasir timah saat ditemui awak media di kediamannya bersikap arogan dan mengeluarkan kata-kata yang tak patut untuk di lontarkan dihadapan awak media yang pada saat ingin mengkonfirmasi terkait kegiatan penggorengan pasir timah dan perizinan, serta asal usul timah tersebut.

“Pergi – pergi sana pulang berisik. kita lagi sibuk disini, sana sana pulang cepat,” Kata Adeng dengan nada emosi.

Terkait hal tersebut mendapat respon dari Brigade ormas laskar merah putih (LMP) Macab Kota Pangkalpinang Suprapto atas seizin Ketua Macab LPM Kota Pangkalpinang Maulana, mengatakan bahwa pihaknya akan melaporkan terkait adanya penampungan dan penggorengan pasir timah yang di duga ilegal tersebut ke aparat penegak hukum (APH) setempat.

“Saya brigade ormas LPM macab kota Pangkalpinang, seizin ketua akan melaporkan terkait adanya penampungan dan penggorengan pasir timah yang diduga ilegal atas nama pemiliknya Adeng ini ke APH,” ucapnya.

“Dan kami juga berharap kepada APH Jangan hanya para menambang – penambang saja yang harus di tertibkan, kolektor juga harus di tertib sehingga mengurangi adanya aktivitas tambang TI ilegal yang tidak menghiraukan dan merusak kelestarian alam/lingkungan di sekitar kita. Jadi kami meminta untuk segera mendata kolektor- kolektor yang beraktivitas dan tidak mengantongi izin dari dinas-dinas tentunya, terkait soal pajak penampungan dan penggorengan pasir timah tersebut,” sambung Suprapto di hadapan awak media.

Hingga berita ini diterbitkan dan selanjutnya awak media akan mengkonfirmasi ulang terhadap pihak-pihak terkait dan APH setempat.||| Karto

 

 

Editur : Sukarto

 

Baca Selanjutnya

Berita lainnya