22.4 C
Indonesia
Kamis, 18 April 2024

Kejari Samosir Tetapkan Tersangka MS Terkait Kasus Dugaan Korupsi Pelabuhan Simanindo

Berita Terbaru

AKTUALONLINE.co.id SAMOSIR|||
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Samosir, Andi Adikawira Putera,S.H.,M.H didampingi Kasi Pidsus, Muhammad Akbar Sirait,S.H.,M.H dan Kasi Intel, Tulus Yunus Abdi,S.H.,M.H. Menyampaikan  Penetapan tersangka MS atas Dugaan Tindak Pidana Korupsi Dalam Pengelolaan Jasa Kepelabuhanan Di Simanindo Kabupaten Samosir Periode Desember 2019 S/D Maret 2020. Selasa (18/01/2022).

Penetapan oleh tersangka berdasarkan Surat Perintah Kepala Kejaksaan Negeri Samosir No.Print-05/L.2.33.4/Fd.1/01/2022. Tanggal 17 Januari 2022. Dimana tersangka Selaku Mantan Kepala Unit KMP Sumut I dan Sumut II dimana tugasnya melakukan rekapitulasi penjualan tiket dan yang menerima uang hasil penjualan tiket dalam 1 hari seharusnya disetorkan tersangka setiap pagi esok harinya ke rekening PT.Pembangunan Prasarana Sumatera Utara (PT.PPSU) melalui Bank Sumut, akan tetapi tersangka melakukan penyelewengan atau menahan uang hasil penjualan tiket dengan tidak langsung menyetorkan sejumlah uang diterimanya atau tidak seluruhnya di setor.

Unit KMP SUMUT I & II merupakan Perusahaan PT.PPSU Badan Usaha Milik Daerah Provinsi Sumatera Utara yang tempat kerjanya ada di Wilayah Kabupaten Samosir yang tepatnya di Pelabuhan Simanindo Kabupaten Samosir Provinsi Sumatera Utara.

Perbuatan kejahatan yang di lakukan tersangka dimulai sejak Desember 2019 s/d Maret 2020, sehingga akibat perbuatan yang dilakukan MS telah merugikan keuangan perusahaan dan kerugian keuangan Negara karena kekurangan hasil penjualan tiket KMP SUMUT I & II sehingga mengganggu profit perusahaan dan akan berdampak pada jumlah deviden atau pemasukan kepada Pemerintah atau Negara melalui BUMD.

Berdasarkan Hasil Audit Perhitungan Kerugian Keuangan dari Kantor Akuntan Publik dan Konsultan Manajemen Drs. Katio & Rekan, Perusahaan dan Negara dirugikan sebesar Rp.229.742.557,- (Dua ratus dua puluh sembilan juta tujuh ratus empat puluh dua ribu lima ratus lima puluh tujuh rupiah).

Tersangka disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 Jo. Pasal 18 ayat (1), (2), (3) Undang-Undang R.I Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang R.I No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang R.I No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.||| Sahat MT Sirait

Editor: Sahat MT Sirait

Baca Selanjutnya

Berita lainnya